Pengikut

Kamis, 26 Juli 2012

tetangga

Aku ingin ucapkan
lebih awal dari yang pertama

tapi tak ada nyawa
ketika dua mata terpancar di hadapnya
hanya terpaku
mulut gua penuh tertumpuk batu
sekarang bagai tangan terlambat mengepal
buah manis jatuh diambil tetangga
gundah hati tak masalah
tetangga rumah senyum menikmatinya
tapi heran penuh tanya
mungkin lidahnya tak berasa
manis dibuang buatku kecewa
kau tetangga baik
membantuku siapkan jala
tapi rajutannya tak pernah tertata
diam diam jala besar dibelinya
tangkap semua yang ingin aku punya
tetangga baik
kini tlah kau pelihara
ikan mas yang kukagumi setiap aku melihatnya.

Minggu, 15 Juli 2012

Belum ada judul


Kadang aku benar-benar berharap
bagaimana aku bisa mengerti
semua yang ada di dalam pikiranmu

aku ingin mengerti
  semua keinginanmu,
sehingga aku bisa memberikan sesuatu untukmu
aku ingin mengerti semua kesedihanmu
sehingga aku bisa coba untuk menghiburmu
aku ingin mengerti semua keluh kesahmu
sehingga akupun bisa memberi dorongan kepadamu
sebuah hal yang ingin kumengerti adalah kebahagiaanmu
karna dari itu ku tak akan coba merusak hari-harimu

kau terlalu pandai

dan aku tidak bisa lebih daripadamu
untuk aku bisa menilaimu
memperhatikanmu dari mimik wajah serta
tingkah lakumu
kau terlalu pandai untuk mengalihkan
segala kondisi yang terjadi padamu
rasanya aku menyerah
 karna tak pernah dapat ku memahami dirimu
namun asal kau tau, aku selalu mencoba lakukan yang terbaik untukmu
walau kau tak pernah mengerti dan sering kali anggapku sebagai pengganggu,

K A R M A

Terkekang di dalam kegelapan
cahaya kecil menjadi sebuah harapan
tunjukan arah kemana akan melangkah
tapi sekejap hilang menyesatkan diri
menjadi tak peduli
segala yang menghadang
terjang menendang  mengayun kaki
hingga luka menjadi tak berarti
jarum berputar tak ada lelah
terus berlalu tanpa tujuan pasti
kini sesak dihati mulai menghantui
mengeluh resah di dalam sesal diri
namun tak akan pernah berubah
sebab iri dengki pernah meracuni
menolak terang yang pernah menghampiri
Terang besar yang Maha Tinggi
dan kini gelap telah menyelimuti
karna-mu tak pernah coba berbenah diri
karna-mu tak pernah coba bersihkan hati