lebih awal dari yang pertama
tapi tak ada nyawa
ketika dua mata terpancar di hadapnya
hanya terpaku
mulut gua penuh tertumpuk batu
sekarang bagai tangan terlambat mengepal
buah manis jatuh diambil tetangga
gundah hati tak masalah
tetangga rumah senyum menikmatinya
tapi heran penuh tanya
mungkin lidahnya tak berasa
manis dibuang buatku kecewa
kau tetangga baik
membantuku siapkan jala
tapi rajutannya tak pernah tertata
diam diam jala besar dibelinya
tangkap semua yang ingin aku punya
tetangga baik
kini tlah kau pelihara
ikan mas yang kukagumi setiap aku melihatnya.
ketika dua mata terpancar di hadapnya
hanya terpaku
mulut gua penuh tertumpuk batu
sekarang bagai tangan terlambat mengepal
buah manis jatuh diambil tetangga
gundah hati tak masalah
tetangga rumah senyum menikmatinya
tapi heran penuh tanya
mungkin lidahnya tak berasa
manis dibuang buatku kecewa
kau tetangga baik
membantuku siapkan jala
tapi rajutannya tak pernah tertata
diam diam jala besar dibelinya
tangkap semua yang ingin aku punya
tetangga baik
kini tlah kau pelihara
ikan mas yang kukagumi setiap aku melihatnya.